Olimpiade Tokyo 2020 Akan Jadi Panggung Carolina Marin vs PV Sindhu

Flygoal.com – Pertandingan cabang olahraga bulutangkis di ajang Olimpiade Tokyo diprediksi akan menjadi panggung dua tunggal putri Carolina Marin vs PV Sindhu.

Pesta olahraga empat tahunan, Olimpiade Tokyo 2020 yang akan dihelat pada musim panas 2021, akan menjadi kesempatan kebanyakan atlet meraih medali emas.

Dari cabang olahraga bulutangkis, ajang ini diyakini akan mempertontonkan prospek rivalitas dari dua tunggal putri legendaris asal Spanyol dan India, yakni Carolina Marin vs PV Sindhu.

Dari cabang olahraga bulutangkis, ajang ini diyakini akan mempertontonkan prospek rivalitas dari dua tunggal putri legendaris asal Spanyol dan India, yakni Carolina Marin vs PV Sindhu.

Menurut laman Tokyo2020.org, meskipun pebulutangkis nomor 1 dunia saat ini adalah pemain asal Chinese Taipe, Tai Tzu Ying, namun popularitas Marin dan Sindhu membuat rivalitas keduanya jadi salah satu yang paling menarik di dunia.

Marin, di usianya yang ke-27 tahun tengah memasuki puncak kariernya. Juara bertahan Rio 2016 itu bahkan mampu menambahkan medali emas ketiga ketika dia menang Kejuaraan Dunia di Nanjing pada tahun 2018.

Sementara PV Sindhi, yang usianya dua tahun lebih muda dari Marin memiliki banyak trofi kebanggaan, termasuk medali perak Olimpiade dan gelar Kejuaraan Dunia 2019.

Menegok ke pejalanan karier mereka, Marin dan Sindhu, masing-masing memiliki kekuatan yang tidak boleh diremehkan oleh lawan-lawannya.

Carolina Marin sudah tampil begitu dominan di bulutangkis Eropa sejak 2014 silam. Dia merengkuh satu medali emas Olimpiade (Rio 2016), tiga Kejuaraan Dunia (2014 Kopenhagen, 2015 Jakarta, 2018 Nanjing) dan empat gelar Eropa (2014 Kazan, 2016 La Rocher-sur-Yon, 2017 Kolding, 2018 Huelva).

Tahun ini, Marin mengawali musim dengan performa gemilang dengan memenangkan Thailand Open pada Januari lalu. Dia memenangkan semua pertandingan, termasuk di final melawan Tai Tzu Ying.

Kemenangan terakhirnya adalah di Swiss Open pada bulan Maret, di mana dia mengalahkan PV Sindhu di final. Sayang sekali, cedera membuatnya mundur dari All England Open.

Marin saat ini juga menjadi favorit untuk memenangkan Kejuaraan Bulutangkis Eropa. Jika dia memang gelar tahun ini, dia akan memecahkan rekor sebagai pemain dengan lima medali emas Eropa secara beruntun.

Di sisi lain , PV Sindhu adalah pebulutangkis yang menjadi harapan bangsanya. Setelah medali perak di Rio 2016, Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow dan edisi 2018 di Nanjing, Sindhu kembali naik pondium di Kejuaraan Dunia 2019 di Basel.

Meski begitu, catatan Sindhu tahun ini masih mengecewakan. Setelah kalah di final melawan Marin di Swiss Open, dia kembali menyerah di tangan pemain Thailand, Pornpawee Chochuwong, di ajang All England Open.

Namun, PV Sindhu diberkati dengan gerak reflek yang cepat dipandukan dengan serangan dan pukulan backhand yang kuat. Hal ini membuat India masih menaruh harapan di pundaknya untuk memenangkan emas Tokyo 2020.

Catatan secara head-to-head sendiri menunjukkan rekor kemenangan Marin lebih banyak dari Sindhu. Dari 10 pertemuan antara mereka, Marin telah memenangkan lima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *