European Super League Bukan Solusi Finansial Di Tengah Pandemi

ESL

Flygoal.com – European Super League diyakni akan memperbaiki finansial klub-klub besar Eropa yang terimbas oleh pandemi Covid-19. Namun CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge tidak sependapat dengan itu.

Kondisi finansial klub-klub besar Eropa memang terkena imbas pandemic Covid-19. Pengeluaran yang tetap besar, namun tidak diimbangin dengan pemasukan yang setimpal membuat keuangan mereka seret.

Barcelona terpaksa memangkas gaji pemainnya besar-besaran. Inter Milan dilaporkan sempat menunggak gaji permainan. Kontrak Sergio Ramos di Real Madrid tidak kunjung diperpanjang karena El Real tidak siap menaikkan gajinya.

Contoh-contoh di atas menjelaskan para raksasa Eropa tengah kesulitan. Model bisnis yang mereka jalankan terancam menjadi boomerang. Karena itulah, sumber dana harus ditemukan dan European Super League tampak menjadi jalan keluar.

JPMorgan sudah siap mendanai kompetisi elite ini. Tidak tanggung-tanggung, jumlah sebesar 4 miliar dolar (sekitar Rp 60 triliun) rencananya akan dikucurkan. Itu belum termasuk pendapatan hak siar dari sponsor lainnya.

Juara European Super League pun kabarnya mendapat hadiah sebesar 7 triliun. Tidak heran jika klub-klub besar mau ikut serta. Mereka merasa pendapatan dari Liga Champions dan kompetisi domestik tidak lagi cukup untuk menyelematkan keuangan klub.

Tidak hanya itu, nantinya mereka bisa membangun skuad yang lebih kuat dan stabil, sehingga bisa kembali meraih prestasi dan ujung-ujungnya pemasukannya akan bertambah lebih besar.

Hal ini tidak sejalan dengan pemikiran Rummenigge. Buatnya, aliran uang yang masih tidak serta-merta akan menyelamatkan klub. Jika model bisnis yang dijalankan tetap boros seperti dulu, maka yang didapat tidak akan pernah cukup.

“Saya dengar rumor kalau mereka (perserta European Super League) punya masalah finansial. Potensi pendapatannya tampak sangat besar, namun tidak akan menyelesaikan masalah keuangan dalam jangka panjang,” kata Rummenigge kepada II Corriere della Sera.

“Kamu tidak bisa terus mengeksploitasi pendapatan untuk menyeimbangkan besarnya pengeluaran,” jelas eks pemain Timnas Jerman itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *