Banyak Yang Katakan Penalti Sterling “Hadiah’ Dari UEFA Ke Inggris

Sterling

Flygoal.com – Kontroversi penalti Raheem Sterling masih berlanjut. Ada tundingan UEFA memberikan Inggris ‘hadiah’ karena membantu menggalkan European Super League.

Inggris lolos dramatis ke Final Euro 2020. Anak asuh Gareth Southgate mengalahkan Denmark 2-1 di Stadion Wembley, London, Kamis (08/07) dini hari WIB.

Setelah berimbang 1-1 di waktu normal. Usai gol Mikkel Damsgaard dibalas bunuh diri Simon Kjaer, Inggris mendapat gol kemenangan di masa extra time. Gol itu berawal dari penalti, yang kemudian jadi perdebatan.

Penalti diberikan setelah Sterling dilanggar di kotak terlarang Denmark. Saat berusaha melewati hadangan Joakim Maehle dan Mathias Jensen, pemain Manchester City itu terjatuh.

Dalam tayangan lambat, kontak yang terjadi hampir tidak terlihat. Hal itu membuat perdebatan, apakah Sterling sengaja jatuh alias diving atau memang dilanggar.

Wasit Danny Makkellie tetap menujuk titik putih untuk Inggris. Harry Kane maju menjadi penendang, sempat ditepis Kasper Schemichel, namun Kane bisa meneruskan bola rebound masuk ke gawang Denmark. Skor 2-1 bertahan hingga laga selesai dan Inggris ke final Euro 2020.

Kemenangan Inggris menjadi kontroversi. Media Italia bahkan menuding penalti itu memang ‘sengaja diberikan’ UEFA karena merasa sudah dibantu.

Bantuan itu adalah dimana sikap Inggris dalam menentang keras ajang European Super League, yang digagas beberaoa klub pada April lalu. Ketika itu, 12 tim raksasa Eropa dari Premier League, LaLiga, dan Serie A ingin membuat ajang tandingan Liga Champions gagasan UEFA.

Atas desakan masyrakat global, klub-klub Inggris menjadi yang pertama menarik diri dari keikutrsertaannya di European Super League. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, juga sampai membuat pernyataan menentang liga antar klub Eropa itu.

Menurut Gazzetta dello Sport, penalti Sterling menjadi hadiah UEFA atas sikap Inggris. Surat kabar Italia mengklaim, keputusan penalti “mengokonfirmasi kecurigaan membalas bantuan” kepada PM Inggris. Artikel itu sendiri kini sudah dihapus.

Tundingan lain datang dari Spanyol. Surat kabar Marca menilai penalti Sterling memang seharusnya tidak terjadi.

“Jika kita melihat permainannya, sentuh kecil Maehle kepada penyerang Inggris itu tidak pernah bisa menjadi penalti. Tolong,” tulis Pablo Lopez.

“VAR kemarin tidak memberikan keadilannya. Sangat disayangkan bahwa dalam perpanjangan waktu semifinal Kejuaraan Eropa, sebuah tim dapat merasa tertipu dengan tindakan yang jelas dapat dihindari,” katanya.

Meski menjadi sebuah kontroversu, Final Euro 2020 tetap menjadi milik Inggris. Tim Tiga Singa akan melawan Italia di Stadion Wembley, London, Senin (12/7) dini hari WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *