IMF Sebut FIFA World Cup di Qatar akan Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Negara

FlyGoal.com – Menurut pemberitaan dari Gulf Times, dikabarkan bahwa badan dunia yang menaungi kerja sama keuangan antanegara di dunia, International Monetary Fund (IMF) telah memberikan pernyataan terkait status Qatar sebagai tuan rumah dari FIFA World Cup pada tahun 2022 mendatang.

Menurut badan tersebut, dengan Qatar yang telah menjadi tuan rumah dari kompetisi sepak bola antarnegara di duni tersebut, negara yang berada di wilayah Timur Tengah tersebut akan mengalami pertumbuhan ekonomi secara positif. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh Direktur dari Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah IMF, Jihad Azour.

Dalam sebuah presentasi perkembangan ekonomi dari daerah-daerah tersebut, Azour mengatakan, “Situasi yang terjadi di Qatar secara garis besar merupakan gejala-gejala yang kami lihat di negara-negara lain. Qatar telah bekerja secara langsung untuk menanggulangi efek dari aspek keuangan yang diakibatkan dari pandemi coronavirus dengan beberapa langkah-langkah perlindungan dan juga melakukan langkah-langkah yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan.”

“Tidak hanya itu, Qatar juga telah mengambil beberapa langkah untuk mendukung rakyat-rakyatnya dan telah mengamankan beberapa program yang dapat berkontribusi untuk memitigasi efek dari pandemi ini terhadap perekonomian Qatar sebagai sebuah negara.”

Azour juga mengatakan bahwa turunnya harga minyak dan gas juga ikut memberikan pengaruh terhadap ekonomi negara Qatar, terutama dari aspek investasi-investasi yang dilakukan oleh negara untuk mempersiapkan sarana dan prasarana untuk pagelaran kompetisi sepak bola 4 tahunan tersebut.

Azour menambahkan bahwa, “Jadi, rata-rata diperkirakan bahwa ekonomi dari Qatar akan mengalami penurunan dari segi perkembangan ekonominya, dengan hasil akhir mencapai 4% hingga 5% dalam tahun ini dan diperkirakan pertumbuhan ekonomi ini akan segera membaik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang positif.”

Azour juga menekankan bahwa terkait masalah pandemic COVID-19, berbagai negara lain di sepanjang wilayah Timur Tengah telah melakukan respons cepat dan tepat untuk menanggulani penyebaran virus yang berawal di Wuhan, Tiongkok tersebut, dan langkah darurat yang dilakukan seperti memberikan dukungan di sektor kesehatan hingga kebijakan-kebijakan yang diberlakukan untuk membantu rumah tangga dan bisnis-bisnis yang berada di negara-negara tersebut mampu membantu untuk menanggulangi dampak langsung dari pandemi ini.

Namun, dengan ketidakpastian yang masih menyelibungi pandemi ini beserta seberapa besar tantangan yang diberikan, negara-negara Timur Tengah masih harus menghadapi lingkungan ekonomi yang cukup sulit.

Sementara itu, Azour juga menjelaskan bahwa keuntungan fiskal yang ada di wilayah tersebut tengah mengalami penurunan secara drastis akibat dari kebijakan karantina yang diterapkan oleh negara-negara di wilayah tersebut beserta efek kejut dari penurunan harga minyak yang beredar.

Meski demikian, Azour telah menekankan bahwa pihak IMF tetap berusaha untuk membantu negara-negara di wilayah Timur Tengah tersebut dengan menyediakan 17 triliun dollar dana bantuan untuk membantu 14 negara di wilayah tersebut dan terus memantau dan berkomunikasi dengan pihak berwajib dari masing-masing negara terkait hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *