Areola Lebih Pilih Jam Main Dibanding Champions League

FlyGoal.com – Terkadang, bagi seorang pemain sepak bola, bermain untuk tim yang mendapatkan kesempatan untuk bermain di Champions League, kompetisi antarklub sepak bola tertinggi di Eropa merupakan salah satu prestise yang sangat menggambarkan kualitas klub tersebut yang membuat seorang pemain bangga memilikinya.

Namun, tidak sedikit pula yang lebih memilih kesempatan bermain lebih banyak di lapangan untuk tim yang biasa saja lebih baik dibandingkan membela tim yang bermain di Champions League, tetapi hanya bermain  sebagai cadangan atau bahkan tidak dimainkan sama sekali.

Hal ini adalah hal yang terjadi pada penjaga gawang Paris Saint Germain, Alphonse Areola yang kini bermain untuk klub Premier League,Fulham sebagai pemain pinjaman.

Areola sendiri merupakan penjaga gawang yang sempat bermain untuk tim jawara La Liga 2019-2020, Real Madrid sebagai pemain pinjaman dari Paris Saint Germain. Namun, layaknya yang terjadi di Paris Saint Germain ketika dirinya hanya menjadi pelapis bagi Keylor Navas yang menjadi penjaga gawang utama, di Real Madrid, Areola juga hanya menjadi pelapis bagi Thibaut Courtois.

Pada saat bermain di klub berjuluk Los Blancos tersebut, Areola hanya bermain sebanyak 9 pertandingan dalam musim 2019-2020 kemarin dan diakhir masa peminjamannya, Areola tidak dipermanenkan oleh klub asal ibu kota Spanyol tersebut, dan akhirnya kembali ke Parc de Princes.

Di saat dirinya kembali ke Paris Saint Germain, dikabarkan oleh Tribal Football, Areola sempat dikabarkan kesempatan untuk bermain bersama tim rival, Stade Rennais/Rennes yang bermain di Champions League di musim 2020-2021 ini. Namun, dirinya menolak kesempatan tersebut dan lebih memilih untuk bermain untuk Fulham, tim besutan Scott Parker yang baru saja di promosikan dari EFL Championship.

Dirinya diwawancarai oleh Canal+ terkait keputusannya tersebut, serta dirinya menjelaskan mengapa lebih memilih klub promosi dibanding klub yang sudah bermain di Champions League. Dirinya mengatakan, “Mengapa saya menolak Rennes untuk Fulham? Sempat ada diskusi yang berjalan, tetapi diskusi tersebut belum jelas. Di suatu titik, Anda harus bisa berbesar hati, mulai dari belakang agar bisa kembali ke puncak.”

“Tentu, setelah di Paris dan Madrid, saya sempat mendapatkan kesempatan dari tim dengan kaliber yang sama, tetapi saya harus perjelas ini.”

“Katakan kepada saya: ‘Kamu bermain, kamu bermain di gawang dan sekarang, kami mengandalkanmu.’ Itu saja.”

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa kembali dan mengenakan seragam Paris Saint Germain bisa saja tidak lagi menjadi prioritas, karena dirinya, layaknya di Madrid hanya menjadi pelapis Courtois, tidak ingin mengulangi nasib seperti itu karena klub asal Paris tersebut masih menganggap Keylor Navas sebagai penjaga gawang utama.

Areola menambahkan, “Kembali untuk menjadi nomor 2 di bawah Keylor Navas di PSG? Bagi saya tidak, itu merupakan hal yang tidak mungkin. Saya tinggal di Madrid. Saya memahami di Real Madrid saya hanya akan menjadi pelapis, tetapi ini adalah Real Madrid.”

Kini, dirinya tengah berusaha untuk mengembalikan performa terbaiknya di Fulham. Bermain dalam 9 pertandingan, dirinya telah kebobolan 15 gol dan baru menghasilakn 2 clean sheet bersama klub asal London tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *