Arteta Sebut Saka Sempat Down Setelah Mendapatkan Hinaan Rasis

Flygoal.com – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta dikabarkan oleh Daily Mail menyebutkan bahwa salah satu pemainnya, Bukayo Saka sempat merasa down ketika dirinya menjadi sasaran hinaan rasis yang ditujukan kepadanya ketika dirinya gagal mencetak gol penalty untuk Inggris dalam adu penalti melawan Italia pada akhir minggu kemarin di pentas final Euro 2020.

Pada pertandingan yang dilaksanakan di Wembley Stadium tersebut, baik Inggris maupun Italia memiliki skor imbang 1-1 berkat gol dari Luke Shaw dan Leonardo Bonucci di babak normal. Pertandingan di babak tambahan 2×15 menit tetapi tidak ada lagi gol yang tercipta yang membuat adu penalti harus dijalankan.

Saka sendiri telah bermain sejak babak kedua. Sementara itu, pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate memasukkan Marcus Rashford dan Jadon Sancho di jelang akhir babak tambahan kedua dan mereka bertiga (Saka, Sancho, dan Rashford) menjadi pengadil penalti dalam adu penalti.

Namun, keputusan yang diambil Southgate tidak membuahkan hasil. Saka, Sancho, Rashford gagal untuk mengeksekusi penalti. Dari pihak Italia, Domenico Berardi, Bonucci, dan Federico Bernadeschi berhasil mencetak gol sementara dari Inggris hanya Harry Kane dan Harry Maguire yang mampu mendapatkan gol.

Akibat dari kegagalan tersebut, Inggris kalah dari Italia dan puasa gelar internasional mereka selama 55 tahun terus berlanjut. Kegagalan tersebut juga mendapatkan respons keras dari para netizen bahkan hingga Saka, Sancho, dan Rashford mendapatkan hinaan bersifat rasis di media sosial mereka.

Ketiga pemain tersebut akhirnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, dan dari pihak Arsenal sendiri, menurut pemberitaan tersebut, dikabarkan mereka telah memberikan dukungannya terhadap Saka.

Arteta mengatakan, “Saya telah berbicara dengannya, kami semua berbicara, dirinya sempat merasa down, tetapi menurut  saya dukungan dan rasa cinta dari semua orang di dunia sepak bola merupakan trofi terbesar yang dirinya mampu dapatkan.”

“Dirinya telah menjalani musim yang baik , dirinya merupakan pemain terbaik kami di sepanjang musim, dirinya bermain untuk tim nasional Inggris, dirinya telah mendapatkan tempatnya di sana di umurnya yang kesembilanbelas tahun.”, tambah pelatih yang juga mantan pemain Arsenal tersebut.

“Apa lagi yang Anda inginkan? Ya, trofinya tetapi Anda tidak mampu meraih semuanya dalam sepak bola ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *