Gagal Bawa United Juara Europa League, Rashford Kembali Jadi Sasaran Tindakan Rasis

Flygoal.com –  Manchester United harus rela berpuasa gelar lagi di musim 2020-2021 setelah mereka gagal mendapatkan trofi Europa League karena dikalahkan Villarreal di babak final pada hari Rabu kemarin waktu setempat di Polsat Plus Arena Gdansk melalui adu penalti 11-10, setelah bertanding 120 menit menghasilkan skor imbang 1-1.

Di waktu normal, Villarreal berhasil mendapatkan gol terlebih dahulu melalui Gerard Moreno di menit ke 29 yang memanfaatkan umpan dari rekannya, Dani Parejo sebelum dibalas oleh Edinson Cavani di menit ke 55 setelah memanfaatkan bola muntah dari lini pertahanan Villarreal yang sempat menghalangi tendangan Marcus Rashford.

Skor 1-1 tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir. Ketika pertandingan dilanjutkan dengan 2 kali babak tambahan skor 1-1 tidak berubah sehingga memaksa kedua klub bermain adu penalti yang berakhir dengan kemenangan kubu asal Spanyol.

Gagal menjadi juara tentunya para membuat para fans Manchester United kecewa, mengingat status mereka sebagai salah satu tim terkuat di Inggris dan Eropa tetapi justru mereka malah tidak mendapatkan gelar sama sekali di musim ini.

Menurut pemberitaan dari BBC, akibat dari kekalahan tersebut salah satu punggawa United, Marcus Rashford kembali menjadi sasaran tindakan rasis dari para fans melalui media sosial. Sang pemain menyebutkan bahwa dirinya sempat menerima kurang lebih 70 pesan-pesan bersifat rasis yang diterima di media sosial.

Melalui akun Twitter miliknya, Rashford menyebutkan, “Setidaknya sebanyak 70 ejekan rasis yang telah terhitung sejauh ini.”

“Bagi mereka yang mencoba untuk membuat saya merasa lebih buruk dari apa yang telah saya rasakan, semoga beruntung.”

Rashford sendiri tidak hanya sekali ini saja menerima pelecehan tersebut. Sebelumnya, dirinya juga sempat mengalami pelecehan rasis tersebut, salah satunya adalah ketika Manchester United bermain imbang tanpa gol pada bulan Januari silam.

Kasus ini kembali membuktikan bahwa tindakan rasis masih sangat mudah dilakukan oleh para pengguna media sosial dan baik pihak klub, pihak liga, dan juga para pemain telah memberikan tekanan keras kepada perusahaan media sosial untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *