Guardiola Ceritakan Pengalaman Bernardo Silva Terkait Masalah Rasialisme

Flygoal.com –  Dikutip dari Sky Sports, di tengah-tengah kasus-kasus rasisme kembali lagi terjadi pada pesepakbola Premier League, pelatih Manchester City, Pep Guardiola menceritakan pengalaman dari salah satu pemainnya, yakni Bernardo Silva yang sempat terkena kasus tersebut hingga mendapatkan larangan bertanding, dan efek yang dirasakan oleh sang pemain pada saat itu.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, kasus rasialisme kembali terjadi. Dalam pertandingan kekalahan Manchester United dengan skor 1-2 melawan Sheffield United di Old Trafford beberapa waktu lalu, dua pemain Manchester United menerima pesan-pesan bersifat rasialis, yakni Axel Tuanzebe dan Anthony Martial.

Disinyalir pesan-pesan tersebut dikirimkan sebagai bentuk kekecewaan para fans atas performa kedua pemain tersebut yang dinilai buruk.

Sementara itu, dalam pertandingan Manchester City melawan West Bromwich Albion pada hari Selasa lalu terdapat pihak yang mengirimkan pesan yang bersifat sama kepada pemain The Baggies, Romaine Sawyers dan pihak Kepolisian West Midlands telah memastikan hal tersebut pada akhir minggu kemarin.

Pada hari Jumat lalu, pemain Chelsea, Reece James juga menerima pesan bersifat rasialis di akun Instagram miliknya, dan dirinya mengunggah pesan-pesan tersebut seraya mengatakan, “Harus ada yang diubah!”

Dirinya juga mengunggah tweet yang menyebutkan, “Kita semua memiliki peran untuk membuat dunia menjadi lebih baik dan lebih setara! Rasialisme merupakan sesuatu yang sangat tidak diterima! Umat manusia adalah satu-satunya ras kita!”

Pemain Manchester United, Marcus Rashford menjadi pemain terakhir yang mendapatkan pesan-pesan tidak terpuji tersebut. Pesan-pesan tersebut diterimanya setelah dirinya bermain dalam laga big match antara Arsenal melawan Manchester United yang berakhir dengan hasil imbang tanpa gol.

Bernardo Silva juga sempat merasakan kasus yang sama, walaupun dirinya tidak memiliki maksud untuk merendahkan. Pada musim lalu, dirinya sempat membandingkan rekannya, Benjamin Mendy dengan salah satu karakter yang terdapat dalam bungkus coklat Conguites, dengan bermaksud hanya sebagai candaan belaka.

Namun, dirinya mendapatkan hukuman larangan 1 pertandingan dari FA (Asosiasi sepak bola Inggris) akibat dari tindakannya tersebut. Meski FA memahami Silva tidak bermaksud merendahkan Mendy, fakta bahwa candaan tersebut diunggah ke  media sosial membuat hal tersebut dapat dilihat publik dan dapat mengancam intergritas sepak bola sebagai permainan.

Guardiola percaya bahwa insiden tersebut mempengaruhi penampilan sang mantan pemain AS Monaco tersebut, tetapi kini dirinya telah bangkit dari masa-masa itu.

Dirinya mengatakan, “Saya masih belum memahami bagaimana orang-orang di Premier League (FA) bisa menuduhnya seperti itu atas candaan yang dibuat dari sesama teman dengan Mendy, dan dirinya sempat kesulitan secara mental karena dirinya merupakan orang yang baik hati.”

“Saya senang dirinya kembali dan bermain dengan tingkat yang kami kenali. Dirinya bisa melakukan apa saja. Dirinya merupakan pemain fantastis lainnya yang selalu siap bekerja untuk tim.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *