McTominay Sebut Dirinya Tidak Akan Berhasil di Klub Lain Kecuali United

FlyGoal.com – Mimpi seorang pemain akademi suatu klub adalah untuk bermain di tim utama dan menjadi salah satu pemain yang diandalkan bagi pelatih tim utama.

Kenyataannya, banyak pemain-pemain yang mulai berlatih di tim akademi suatu klub akhirnya bermain untuk tim lain. Salah satu contonhnya adalah Jadon Sancho, pemain Borussia Dortmund yang merupakan didikan akademi Manchester City. Di klub Manchester biru, dirinya tidak mampu mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam tim utama.

Akibatnya, dirinya memilih untuk hengkang ke Dortmund untuk terus meningkatkan kemampuannya sebagai pemain sepak bola. Kini, dirinya telah menjadi salah satu lumbung gol bagi klub Bundesliga tersebut dan kini tengah diincar oleh berbagai klub besar dunia.

Di lain pihak, masih ada pemain akademi suatu klub yang mampu  mengesankan pelatih tim utama dan akhirnya mencicipi rasa bertanding bersama tim utama klub. Salah satunya adalah Phil Foden, pemain akademi City yang kini telah menjadi bagian penting dari tim susunan Pep Guardiola dalam beberapa musim terakhir.

Hal yang terjadi pada Foden inilah yang juga terjadi pada pemain Manchester United, Scott McTominay. Menghabiskan sebagian masa mudanya di akademi United, kini dirinya telah menjadi salah satu pemain yang diharapkan oleh pelatihnya, Ole Gunnar Solskjaer.

Menurut Goal, pemain muda tersebut telah membuka suaranya mengenai keputusannya untuk terus bermain bersama United dan tidak memilih untuk mencoba peruntungannya di klub lain. Menurut pemain asal Skotlandia tersebut, dirinya tidak akan menjadi pemain sepak bola sesungguhnya jika bukan di Manchester United.

Nama McTominay sendiri baru muncul di permukaan di tahun 2017 silam, ketika Jose Mourinho (kini pelatih Tottenham Hotspur) sempat menjadi pelatih tim utama Si Setan Merah. Ketika Mourinho hengkang, pelatih baru mereka, Ole Gunnar Solskjaer tetap menaruh kepercayaan kepada McTominay dan kini dirinya hanya membutuhkan 5 pertandingan lagi untuk mencapai raihan 100 pertandingan berseragam Manchester merah.

Menurut Goal, dirinya sempat terlintas untuk menyerah untuk dapat bermain di tim utama, dan dalam wawancara bersama Pro Direct Soccer, sang pemuda menjelaskan perjalanan karirnya pada saat itu.

McTominay mengatakan, “Saya benar-benar tidak berpikir bahwa akan seperti itu. Saya rasa itu akan menjadi kenangan yang akan saya kenang di masa akhir karir sepak bola saya.”

“Masa itu akan tertanam sebagai masa yang spesial dalam hidup saya dan terkadang Anda harus mengulangi dan memikirkan hal itu. Keluarga saya adalah keluarga yang rendah hati. Mereka tidak akan biarkan Anda untuk berpikir untuk diri Anda sendiri. Mereka selalu mendukung saya di balik layar.”

“Di umur 16 tahun, saya memiliki badan yang sangat kecil. Saya tidak mampu bersaing dengan mereka dan saya sempat mengalami cedera selama 2 tahun di tim muda.”

“Ketika saya mengenang masa itu, jika saya mengetahui betapa sulitnya untuk mencapai tahap ini, saya tidak akan melanjutkannya.”

“Jika saya berada di klub bola lain, saya tidak akan menjadi seorang pemain sepak bola.”

Kini, memang cedera menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi oleh McTominay, dan kini dirinya tengah berhadapan dengan nama-nama besar di lini tengah tim seperti Bruno Fernandes, Paul Pogba, Fred, Nemanja Matic, dan Juan Mata untuk memperebutkan menjadi pemain reguler bagi Solskjaer di musim ini.

Akan tetapi, dengan semangat juang yang dimiliki oleh McTominay yang membuatnya mampu mencapai titik ini, tidak tertutup kemungkinan bahwa Solskjaer akan menaruh harapan lebih kepadanya, layaknya yang dilakukan Mou pada tahun 2017 silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *