Pemain Southampton Alami Penganiayaan Secara Rasialis di Media Sosial

FlyGoal.com – Daily Echo mengabarkan bahwa salah satu pemain Southampton, Alexandre Jankewitz telah menjadi sasaran tindakan penganiayaan secara rasialis di media sosial setelah dirinya harus dikeluarkan pada pertandingan melawan Manchester United di Old Trafford pada hari Selasa kemarin waktu setempat.

Pada pertandingan tersebut, Southampton mengalami kekalahan telak dengan skor 9-0 di hadapan United, sekaligus kali keduanya tim asal pesisir selatan Inggris tersebut mengalami kekalahan dengan skor yang sama setelah sebelumnya mengalaminya ketika menjamu Leicester City di tahun 2019 silam.

Di menit – menit awal pertandingan, Southampton sudah harus bertanding dengan 10 pemain karena dirinya harus keluar dari lapangan sebagai hukuman kartu merah langsung yang diberikan wasit akibat pelanggaran berat yang dilakukannya kepada Scott McTominay.

Setelahnhya, dirinya menjadi sasaran umpatan-umpatan bersifat rasialis beserta emotikon-emotikon bergambar monyet bermunculan yang ditujukan kepada pemain asal Swiss tersebut.

Tentunya pihak Southampton tidak tinggal diam terkait kasus yang menimpa sang pemain muda tersebut. Sebagai respons dari pesan-pesan tersebut, Southampton mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk perlakuan tersebut. Dikutip dari situs resmi klub, pernyataan tersebut berbunyi, “Southampton Football Club mengkonfirmasi telah mengidentifkasi beberapa unggahan bersifat penganiayaan rasial di media sosial yang ditujukan kepada pemain berumur 19 tahun , Alex Jankewitz setelah hasil pertandingan tadi malam melawan Manchester United.”

“Penganiayaan dalam bentuk apapun tidak diterima oleh Southampton. Klub kami berbangga atas sifatnya yang inklusif, dan suporter yang menggunakan standar yang penuh kebencian dan kuno tersebut tidak akan diterima sebagai suporter Southampton dan dimanapun yang berkaitan dengan sepak bola.”

“Klub akan terus berjuang untuk menyingkirkan orang-orang tersebut dalam komunitas kami agar melindungi pemain, staf, fans Southampton, dan para suporter sepak bola di seluruh dunia yang mengenali dan merayakan keberagaman yang membuat sepak bola sebagai olah raga yang spesial.”

“Klub telah memberikan semua pesan tersebut kepada Kepolisian Hampshire dan berharap mereka dapat menyingkirkan para individu tersebut secara permanen dari komunitas sepak bola kita.”

Jankewitz menjadi kasus terbaru dalam kembali meningkatnya pesan-pesan bersifat rasialis yang ditujukan oleh para pemain sepak bola di Inggris. Sebelumnya, dalam pertandingan kekalahan Manchester United dengan skor 1-2 melawan Sheffield United di Old Trafford beberapa waktu lalu, dua pemain Manchester United menerima pesan-pesan bersifat rasialis, yakni Axel Tuanzebe dan Anthony Martial.

Sementara itu, dalam pertandingan Manchester City melawan West Bromwich Albion pada hari Selasa lalu terdapat pihak yang mengirimkan pesan yang bersifat sama kepada pemain The Baggies, Romaine Sawyers dan pihak Kepolisian West Midlands telah memastikan hal tersebut pada akhir minggu kemarin.

Pemain Manchester United, Marcus Rashford menjadi pemain terakhir yang mendapatkan pesan-pesan tidak terpuji tersebut. Pesan-pesan tersebut diterimanya setelah dirinya bermain dalam laga big match antara Arsenal melawan Manchester United yang berakhir dengan hasil imbang tanpa gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *