Pemilik Manchester United Minta Maaf Atas Kericuhan ESL

Flygoal.com -– Polemik Liga Super Eropa atau yang dikenal dengan singkatan ESL(European Super League) tampaknya telah berakhir dengan keenam klub asal Inggris, yakni Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool memutuskan untuk mengundurkan diri.

Pengunduran diri tersebut disebabkan oleh kecaman dan bentuk protes yang telah ditunjukkan oleh dunia sepak bola itu sendiri, baik kecaman dari pihak pakar sepak bola, para pemain, dan juga para fans yang menyebut proyek sendiri tersebut sebagai proyek ‘menang sendiri’, egois, dan hanya mementingkan uang semata.

Klub-klub tersebut telah memberikan pernyataan resmi yang menunjukkan bahwa mereka telah mengundurkan diri pada hari Selasa kemarin waktu setempat. Setelah sebelumnya pemilik Liverpool, John W. Henry telah meminta maaf kepada pada fans Liverpool kemarin, kini pemilik Manchester United, Joel Glazer yang juga ikut meminta maaf kepada para fans United atas keributan yang terjadi terkait ESL kemarin.

Dirinya menuliskan surat terbuka kepada para fans yang diunggah di situs resmi klub. Penggalan dari surat terbuka tersebut berbunyi, “Kepada seluruh pendukung MU,”

“Selama beberapa hari terakhir, kita telah menyaksikan semangat besar yang dihasilkan sepak bola, dan kesetiaan mendalam yang dimiliki fans untuk klub hebat ini.”

“Anda secara jelas menentang European Super League dan kami mendengarkan hal itu. Kami salah, dan kami ingin menunjukkan bahwa kami dapat memperbaikinya. Meskipun, luka yang dihadirkan tentu belum kering.”

“Saya mengerti bahwa perlu waktu untuk menyembuhkan luka tersebut. Saya secara pribadi berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan dengan fans dan belajar dari kritik yang Anda sampaikan dengan penuh keyakinan.”

“Kami terus meyakini bahwa sepak bola Eropa perlu menjadi lebih stabil di seluruh jenjang kompetisi untuk jangka panjang. Namun, kami sepenuhnya menerima bahwa European Super League bukanlah cara yang tepat untuk melakukannya.”

“Dalam upaya menciptakan fondasi yang lebih kuat dalam pertandingan, kami gagal menunjukkan rasa hormat untuk tradisinya yang sudah mengakar dalam – promosi, degradasi, serta piramida kompetisi – dan untuk itu kami mohon maaf.”

“Ini adalah klub sepak bola terbesar di dunia dan kami mohon maaf dengan sepenuh hati atas keributan yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *