Tottenham Sedang Keteteran Dan Ramalan Jose Mourinho Menjadi Kenyataan

Jose Mourinho

Wartabola.id – Tottenham Hotspur sepertinya sedang keteteran. Sebab dalam sepekan, Spurs kehilangan posisi puncak klasemen Liga Inggris dan malah melorot ke nomor lima.

Tottenham memang mengawali musim ini dengan hasil kurang bagus, saat kalah 0-1 dari Everton di pekan pertama. Tapi, setelah itu pasukan Jose Mourinho tersebut melaju kencang.

Tepatnya setelah kemenangan telak 6-1 di kandang Manchester United Oktober lalu, Tottenham melalui delapan pertandingan dengan rincian lima kemenangan dan tiga hasil imbang.

Performa Harry Kane dan Son Heung-Min di lini depan beigut luar biasa. Usai mengalahkan Manchester City 0-2 pada pekan kesembilan, Tottenham kemudian menguasai puncak klasemen selama empat pekan lamanya. 

Momentum itu lantas dimaksimalkan Tottenham saat pekan lalu diimbangi Crystal Palace 1-1. Untung saja, Liverpool sebagai pesaing terdekat juga gagal menang, karena seri 1-1 kontra Fulham.

Setelah itu, Tottenham Hotspur giliran menantang juara bertahan di Anfield tengah pekan kemarin. The Lilywhites lantas pulang dengan tangan hampa usai kalah 1-2 dan kehilangan posisi puncak Klasemen Liga Inggris ke tangan Liverpool.

Akhir pekan ini, Tottenham tentu tidak boleh terpeleset lagi setelah sehari sebelumnya Liverpool melebarkan jarak dengan enam poin dan menambah selisih gol cukup banyak usai menang 7-0 atas Crystal Palace.

Tottenham malah kalah lagi, kali ini takluk 0-2 dari Leicester City di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (20/12) malam WIB. Tiga partai tanpa kemenangan membuat Tottenham merosot di papan klasemen.

 Kekalahan teranyar Tottenham Hotspur terjadi usai mereka tidak bisa membalas gol-gol Leicester dari eksekusi penalti Jamie Vardy yang kemudian disusul oleh gol bunuh diri Toby Alderweireld.

Gol penalti Vardy itu sendiri lahir dari sebuah insiden ketika Serge Aurier berbenturan dengan Wesley Fofana sebelum waktu turun minum. Wasit Craig Paswon mengecek monitor VAR sebelum memberi penalti untuk Leicester, yang sukses dikonversi Vardy dalam proses the Foxes mengalahkan timnya Jose Mourinho.

“Akuingin berhati-hati mengenai apa yang aku katakana mengenai pemain bertahan ini. Gila sekali. Tidak ada ancaman, posisi lawan tidak mengancam. Ia tidak melihat bola. Gila sekali (ini datang dari) seorang pemain berpengalaman. Pemain ini sama sekali tidak berpikir,” kata Roy Keane dalam komentarnya mengenai insiden Aurier, saat paruh waktu dengan situasi Tottenham Hotspur masih ketinggalan 0-1.

Kecendendrungan Aurier ceroboh dalam insiden semacam itu sebenarnya sudah pernah diramalkan oleh Jose Mourinho pada tahun lalu. Tepatnya menjelang laga keduanya sebagai manajer Spurs, ketika menghadai Olympiakos di Liga champions.

Ramalan Mourinho itu bahkan terdokumentasi dalam serial documenter ‘All or Nothing’ Spurs. Saat itu, sebut Mirror, Mourinho mengatakan, “Serge kami bertugas mengawal lawan. Bahasa Inggris-mu bagus?”.

Saat itu Aurier mengangguk memberikan konfirmasi Jose Mourinho lantas menambahkan, “Aku khawatir dengan dirimu dalam tugas mengawal lawan. Karena kamu berpotensi memberi penalti buruk lawan. Karena kamu berpotensi memberi penalti buruk lawan lewat VAR. Jadi aku katakan sekarang, aku risau dengamu.”

Ramalan tahun lalu itu terbukti jitu tahun ini, saat Tottenham Hotspur di akhir pekan lalu dengan Aurier bertindak ceroboh sehingga bikin lawan dapat penalti.

Mereka kini ada di posisi kelima klasemen dengan 25 poin, setelah Everton dan Manchester United menyalip. Kedua tim sama-sama punya 26 poin, namun Setan Merah di posisi ketiga karena unggul produktivitas usai menang 6-2 atas Leeds United.

Tottenham Hotspur belum pernah menjalani rentetan hasil negatif seperti itu musim ini. Tugas Jose Mourinho untuk membangkitkan lagi performa anak asuhnya mengingat persaingan yang berimbas ke perubahan posisi klasemen Liga Inggris yang sangat ketat musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *