Van Aanholt Dihina Secara Rasialis Media Sosial

Flygoal.com – Tindakan rasialisme yang ditujukan kepada para pemain sepak bola di Inggris kembali bertambah. Kali ini, bek kiri Crystal Palace, Patrick Van Aanholt yang menjadi pemain sepak bola di Inggris terbaru yang menerima hinaan secara rasialis melalui Instagram seusai pertandingan antara Crystal Palace pada hari Rabu malam waktu setempat kemarin.

Bermain selama 90 menit di Selhurst Park, tim tuan rumah cenderung bermain lebih rapat sementara United berusaha untuk mencetak gol terlebih dahulu, tetapi usaha dari tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut masih belum mampu menembus lini pertahanan tuan rumah.

Sementara itu, jelang akhir pertandingan tersebut, Crystal Palace hampir mencetak gol pertamanya ketika Van Aanholt berhasil berhadapan satu dengan satu dengan penjaga gawang Manchester United yang dimainkan pada saat itu, Dean Henderson dan tinggal melakukan tendangan untuk mencetak gol, tetapi sang penjaga gawang United berhasil mempertahankan bola dari serangan mantan pemain Newcastle tersebut.

Pada akhirnya, hingga akhir pertandingan skor tanpa gol bertahan hingga akhir dan membuat Manchester United kini berjarak 14 poin dari Manchester City yang menempati posisi pertama, sementara Crystal Palace berada di posisi ke 13.

Namun, tampaknya akibat dari gagalnya sang bek kiri untuk mencetak gol terlebih dahulu berbuntut panjang. Pasalnya, The Athletic melaporkan bahwa akibat dari kejadian tersebut, sang pemain asal Belanda menerima pesan hinaan bersifat diskiriminasi rasial melalui akun Instagram miliknya.

Dikabarkan bahwa sang pengirim pesan telah melakukan pertaruhan uang atas Crystal Palace yang akan mencetak gol terlebih dahulu, dan akibat Dean Henderson menyelamatkan usaha dari Van Aanholt, sang pengirim pesan gagal mendapatkan uang dari pertaruhannya tersebut dan dirinya kemudian mengungkapkan kekesalannya kepada sang pemain dengan pesan-pesan seperti itu.

Menerima pesan seperti itu, Van Aanholt kemudian menuliskan pesan di Instagram dengan mengambil screenshot pesan tersebut dengan menyertakan tulisan, ‘Why We Kneel’ (Mengapa Kami Berlutut).

Berlutut yang disebutkan oleh Van Aanholt ini mengacu kepada gerakan berlutut yang telah dilakukan oleh para pemain dan wasit di Premier League sebelum kickoff dijalankan. Gerakan ini mulai digalakkan pada saat gerakan Black Lives Matter mulai  di awal tahun 2020 silam, dan hingga kini sikap tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan dari rasialisme dan diskriminasi secara rasial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *