Yohan Cabaye Putuskan untuk ‘Gantung Sepatu’

Flygoal.com – Dilansir dari Sky Sports, dikabarkan bahwa mantan pemain Newcastle United dan Crystal Palace, Yohan Cabaye telah memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pemain sepak bola beberapa hari yang lalu di usianya yang ke 38 tahun.

Sebagai pemain yang bersinar di LOSC Lille, sang gelandang tersebut akhirnya direkrut oleh klub asal Tyneside, Newcastle United pada tahun 2011 silam. Pada saat itu, dirinya telah menjadi salah satu pemain penting bagi klub asal timur laut Inggris tersebut.

Dirinya berhasil mencetak 10 gol liga di 2 musim perdananya dan sebanyak 7 gol dari 17 pertandingan di musim 2013-2014 sebelum klub raksasa asal Paris, Paris Saint Germain memutuskan untuk memboyongnya ke Parc de Princes dengan dana yang diperkirakan pada saat itu mencapai 19 juta poundsterling.

Namun, bersama tim raksasa Ligue 1 tersebut, dirinya sulit mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sehingga dirinya jarang mendapatkan jam main yang reguler. Kemudian, dirinya memutuskan untuk kembali ke Inggris di tahun 2015.

Pada saat itu, dirinya tidak kembali lagi ke Newcastle United, tetapi dirinya memutuskan untuk bermain bersama klub London, Crystal Palace. Bersama The Eagles, Cabaye mampu mencetak 5 gol dari 96 permainan liga, meski dirinya tidak bermain selama 90 menit penuh.

Dirinya kemudian hijrah ke Al Nasr dan pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke Prancis dan bermain bersama Saint Etienne.

Layaknya dengan pemain yang memutuskan untuk pensiun, Cabaye memiliki niatan lain ketika dirinya tidak lagi bermain di lapangan hijau. Dikutip dari situs klub Crystal Palace, dikabarkan bahwa dirinya berencana untuk menjadi bagian dari manajemen sepak bola.

Dalam sebuah wawancara khusus bersama Crsytal Palace, Cabaye menjelaskan apa yang dirinya inginkan, dengan mengatakan, “Saya ingin mengikuti kursus. Terdapat sebuah sekolah di Prancis yang mengajari bagaimana cara untuk menjadi Direktur Olah Raga yang saya tertarik untuk masuki. Saya ingin kembali ke sekolah, sekarang untuk belajar dan mencoba untuk tetap terlibat dalam permainan.”

“Saya tertarik untuk belajar bagaimana untuk mengembangkan filosofi sebuah klub sepak bola dari tingkat akademi kemudian ke tim muda hingga ke tim senior. Hal inilah yang ingin saya pelajari dan saya gemari.”

“Saya berharap dalam jangka waktu dua tahun saya belajar, mendapatkan gelar saya, kemudian dapat bekerja dalam suatu klub sepak bola.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *