Achraf Hakimi Tidak Salahkan Real Madrid Atas Transfernya ke Inter

Flygoal.com – Achraf Hakimi kini tampaknya tengah berada dalam suasana suka cita bersama klub yang dirinya bela, Inter Milan. Klub tersebut baru saja mengakhiri puasa gelar liga mereka setelah mereka dipastikan memenangkan gelar scudetto di musim ini.

La Beneamata berhasil mengukuhkan diri sebagai jawara di musim ini pada akhir pekan lalu setelah Atalanta gagal mendekati mereka di klasemen sementara karena hanya mampu bermain imbang 1-1 kala bertanding melawan Sassuolo.

Sebelumnya, Inter Milan telah memenangkan pertandingan mereka melawan Crotone pada hari Sabtu, sehari sebelum pertandingan Atalanta dan mereka pada saat itu berharap La Dea tidak dapat 3 poin penuh ketika bertanding di Mapei Stadium, markas Sassuolo.

Hakimi sendiri menjadi salah satu sosok yang diandalkan oleh sang pelatih, Antonio Conte dalam perjalanan tim dalam meraih gelar juara liga. Bermain di sayap kanan, Hakimi sering kali memberikan umpan-umpan mematikan yang dapat dimanfaatkan rekan-rekannya untuk mencetak gol, bahkan tak jarang jika dirinya juga ikut memberikan gol untuk tim.

Namun, capaian luar biasa yang telah dicapai oleh Hakimi ini berbanding terbalik jika dibandingkan ketika di klub asalnya dahulu, Real Madrid. Hakimi sendiri merupakan produk akademi Los Blancos. Dirinya mulai memperkuat Real Madrid U-18 di tahun 2015, dan pada musim La Liga 2017/2018, dirinya menembus skuad utama dengan mencatatkan sembilan penampilan dan bikin dua gol di Liga Spanyol.

Achraf Hakimi menghabiskan waktunya selama dua musim sebagai pemain pinjaman kepada klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Bersama tim yang bermarkas di Signal Iduna Park tesebut, Hakimi makin berkembang.

Dirinya sempat kembali ke Santiago Bernabeu, tetapi pada akhirnya dirinya dijual pada September 2020 ke Inter Milan dengan harga 40 juta euro, dan setelahnya, Hakimi mulai menunjukkan penampilan terbaiknya di persepakbolaan Italia.

Mengingat kemampuan yang telah ditunjukkan oleh Hakimi di Borussia Dortmund, banyak yang mengira dirinya akan menjadi pemain utama Real Madrid sebagai pesaing kuat bagi Dani Carvajal, tetapi pada akhirnya penjualan tersebut membuat Real Madrid menyia-nyiakan talenta Hakimi.

Namun, menurut Football Espana, Hakimi sendiri tidak merasakan sakit hati terhadap mantan timnya tersebut. Dalam sebuah wawancara di El Chiringuito, dirinya menyatakan bahwa dirinya ingin bermain membela Real Madrid, tetapi pada akhirnya mereka memutuskan hal sebaliknya.

Hakimi juga menjelaskan bahwa meski apa yang telah terjadi, dirinya tidak menyimpan dendam terhadap tim asal kota Madrid tersebut. Dirinya memahami bahwa penjualannya mungkin dilakukan klub sebagai konsekuensi atas wabah COVID-19 yang membuat klub sepak bola berada dalam kesulitan, tidak terkecuali Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *