Eks Inter Ingatkan Fans, Suning Group Pernah Bubarkan Klub

Flygoal.com – Eder, eks Inter Milan mengejek Suning Group. Dia juga mengingatkan kembali cuitan soal pembubaran Jiangsu Suning FC.

Inter sedang dilanda krisis finansial setelah menjuarai Liga Italia musim lali. Mereka harus kehilangan pelatih Antonio Conte yang yang memilih pergi karena Suning, dalam hal ini presiden klub Steven Zhang, tidak menepati janji untuk mempertahankan tim juara.

Tidak lama Conte pergi, Achraf Hakimi menyusul ke Paris Saint-Germain usai dibeli dengan banderol 70 juta euro. Meski begitu, melepas Conte dan Hakimi belum cukup.

Giliran Romelu Lukaku yang dijual ke Chelsea dengan harga sekitae 115 juta euro. Sang pemain sudah berada di London dan menjalani tes medis.

Kondisi Inter ini membuar Eder yang sempat bermain untuk Jiangsu Suning FC, sudah pernah berkicau di akun Twitter pribadinya. Di saat Lukaku sudah dekat ke Che;sea, Eder kembali mencuit dengan emoticon menjulurkan lidah beserta mencatumkan tanggal terdahulu ketika mengutarakan pandangannya.

“Ketika saya bilang berharap hal yang dialami Jiangsu tidak terjadi di Inter Milan, saya sebagai fan tidak mau apa yang terjadi pada kami di Jiangsu terjadi di Inter Milan bersama Suning,” cuit Eder kala itu.

“Di Jiangsu, setelah kami meraih prestasi penting (menjuarai Liga Super China), mereka (Steven Zhang dan ayahnya) membuat begitu saja semua kerja keras yang telah dilakukan para pemain, staf dan direkrut klub.”

“Sekarang di Inter Milan, mereka menghancurkan semua yang telah dikerjakan Antonio Conte karena menginginkan 100 juta euro masuk kekantong mereka.”

“Mereka tidak peduli pada para pegawainya dan sepakbola. Pikirkan ini, sudah 8 bulan sejak mereka mengabaikan gaji orang-orang yang seharusnya dibayar 800 ribu euro sebulan.”

Suning Group sebagai pemilik Jiangsu, yang bermain di Liga Super China, secara resmi membubarkan tim per 28 Febuari atau sekitar lima tahun usai membeli klub pada Desember 2015. Tidak hanya tim utama, tapi Suning juga membubarkan tim sepakbola wanita dan akademinya.

Pandemi virus Corona disebut membuat keuangan Suning Group menjadi kacau, sehingga memutuskan fokus di usaha utamanya, yakni bisnis ritel ketimbang non ritel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *