Lozano Ceritakan Insiden Yang Hampir Merenggut Nyawanya

Flygoal.com – Pemain Napoli, Hirving Lozano buka suara mengenai cedera parah yang hampir  merenggut nyawanya ketika membela tim nasional Meksiko musim panas kemarin untuk bermain di Piala Emas.

Lozano bermain untuk membela Meksiko dalam kompetisi Piala Emas musim panas kemarin, tetapi waktu bermainnya untuk tim nasional harus berakhir dengan cepat akibat dirinya mengalami cedera berat.

Insiden itu terjadi pada babak pertama laga antara Meksiko melawan Trinidad & Tobago pada tanggal 11 Juli silam. Pada saat itu, Lozano tengah bersaing dengan penjaga gawang lawan untuk memperebutkan bola, tetapi wajah Lozano menghantam lutut penjaga gawang tersebut.

Setelah wajahnya terkena lutut dari penjaga gawang Trinidad & Tobago, dirinya langsung jatuh tersungkur selagi memegangi wajahnya. Ternyata pada saat itu bagian pelipis Lozano mengalami pendarahan yang cukup parah yang mengakibatkan dirinya sempat mendapatkan pertolongan pertama dari paramedis.

Beruntung bagi Lozano dirinya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemuliha cederanya. Akibatnya, dirinya harus absen dari lapangan hijau selama tiga bulan sebelum dirinya dapat kembali bermain bersama I Partenopei dan tim nasional Meksiko.

Dilansir dari ESPN, Lozano menceritakan bahwa pada saat itu merupakan saat-saat yang menentukan keberlangsungan karirnya, karena luka di pelipisnya yang cukup dalam membuat dirinya tidak dapat bermain sepak bola lagi, bahkan bisa kehilangan nyawa.

Dirinya mengatakan, “Banyak dokter yang mengatakan bahwa saya bisa saja kehilangan nyawa dan Anda tentu merasa ketakutan saat itu, karena saya bisa saja meninggalkan istri dan kedua anak saya sendirian. Hal itu sangat memukul Anda dan membuat Anda berpikir macam-macam.”

“Saya rasa ketika Anda memiliki anak, Anda akan memikirkan apa yang akan terjadi kepada mereka.”, tambahnya.

“Lukanya cukup parah, tetapi saya bersyukur tidak lebih dari itu. Sedikit lagi ke kiri atau kanan  saya bisa lumpuh dan kehilangan salah satu mata saya. Saya memiliki bekas luka. Masa itu adalah masa sulit. Saya merasa ketakutan, tetapi istri saya selalu ada mendukung saya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *