Mario Balotelli: Muda Bertalenta, Tua Tanda Tanya

FlyGoal.com – Sosok Mario Balotelli merupakan sosol pesepakbola yang tidak asing bagi telinga para penikmat sepak bola. Sang penyerang merupakan salah satu penyerang bertalenta yang juga memiliki sikap yang cukup unik dan penuh kontroversial.

Namun, dalam beberapa musim terakhir, Balotelli yang juga dikenal dengan julukan ‘Super Mario’ seakan kehilangan daya magisnya ketika dirinya masih muda. Sebelumnya sempat bermain untuk tim-tim besar seperti Inter Milan, Manchester City, dan Liverpool, kini dirinya telah menjadi pemain free agent.

Berikut gambaran singkat kisah sang pemain dari muda hingga kini.

Inter Milan dan Manchester City, Masa Jaya ‘Super Mario’

Masa-masa awal dirinya mulai menunjukkan sosoknya di belantika sepak bola Serie A, dirinya merupakan salah satu pemain muda yang dirinya mainkan ketika baik Mancini maupun Balotelli masih bekerja untuk Inter Milan pada saat dirinya masih berusia 17 tahun, dan sang pemain berhasil mendapatkan pertandingan pertamanya di tingkat tim nasional ketika umurnya masih kurang dari 20 tahun di tahun 2007.

Sejak saat itu, dirinya sempat diprediksi menjadi salah satu penyerang muda berbakat di benua biru, dan untuk membuktikannya dirinya sempat mengikuti jejak Mancini ke Manchester City ditahun 2010 dan berhasil mendapatkan penghargaan pemain muda terbaik, Golden Boy di tahun yang sama.

Sang penyerang sempat merasakan kejayaan ketika dirinya bermain di Manchester biru. Beberapa momen yang tidak dapat dilupakan terkait Balotelli adalah ketika dirinya berhasil mencetak gol ke gawang Manchester United dalam laga derbi Manchester pada musim 2011-2012 silam dengan kemudian melakukan selebrasi fenomenal menggunakan baju bertuliskan ’Why Always Me?’.

Selain itu momen yang tidak terlupakan bagi para fans Manchester City adalah ketika dirinya memberikan satu-satunya assist dalam karirnya sebagai pemain City kepada Sergio Aguero untuk gol yang memastikan mereka juara dari hari pertandingan terakhir musim tersebut ketika melawan Queens Park Rangers.

Namun, karena masalah disiplin, Manchester City sempat tidak memainkannya di musim 2012-2013 selama 11 pertandingan dan juga tidak dimainkan dalam laga tingkat Eropa pada saat itu, sebelum akhirnya dilepas ke AC Milan.

Kembalinya Mario ke Italia

Tidak berseragam Nerazzuri seperti sebelumnya, Balotelli memilih untuk bermain untuk rival mantan timnya, AC Milan dengan kontrak yang diperkirakan mencapai nilai 20 juta euro dengan kontrak 4 tahun. Dalam 2 musim nya bersama Rossoneri, Super Mario berhasil mencetak 26 gol sebelum kembali Inggris karena direkrut Liverpool.

Kembalinya Mario ke Inggris

Kembali Inggris, dirinya bermain bersama klub asal Merseyside, Liverpool pada musim 2014-2015. Namun, pada saat itu merupakan musim terburuk bagi sang penyerang. Hanya mencetak 1 gol, dirinya kembali dipinjamkan ke AC Milan di musim berikutnya tetapi di klub tersebut dirinya gagal mencapai performa terbaiknya.

Prancis, Bangkit, dan Jatuhnya Kembali Balotelli

Pada akhir bursa transfer musim pada tahun 2016 silam, Balotelli akhirnya hengkang ke OGC Nice, dan bersama klub Ligue 1 tersebut,  Balotelli sempat menunjukkan kembali performanya. Di dua musim awalnya (2016-2017 dan 2017-2018) dirinya berhasil mencetak 33 gol, tetapi di musim ketiganya dirinya tidak mampu mencetak gol hingga dirinya direkrut oleh Olympique Marseille.

Bersama Marseille dirinya tidak mampu untuk mengulangi form yang sempat dirinya tampilkan kala membela Nice, dan hanya mampu mencetak 8 gol sebelum dirinya direkrut Brescia, klub tempat dirinya tinggal saat kecil.

Brescia, Akhir dari Balotelli

Direkrut oleh Brescia Calcio pada tahun 2019 dengan perjanjian kontrak 1 musim beserta perpanjangan kontrak apabila tetap mempertahankan tempat di Serie A, Balotelli kembali ‘melempem’, dengan hanya mencetak 5 gol sebelum akhirnya kontraknya berakhir kini menjadi free agent.

Balotelli yang Kontroversial

Namun, dibalik kemampuan yang mumpuni, Balotelli juga dikenal sebagai seorang pemain yang  sering melakukan atau berkata sesuatu hal yang cukup kontroversial. Tidak jarang dirinya mendapatkan skors dan hukuman baik dari klub maupun dari organisasi sepak bola karena tindakannya yang terkadang terlalu berlebihan dan menyeret isu sensitif.

Balotelli juga tidak jarang mendapat perlakukan rasis dari suporter lawan beberapa kali dirinya sempat memutuskan untuk walk out dari pertandingan karena tidak terima dengan perlakuan tersebut tetapi dirinya akhirnya memutuskan untuk tetap bermain, seperti yang terjadi pada saat dirinya bersama Brescia melawan Hellas Verona.

Selanjutnya untuk Balotelli

Pertanyaan yang mungkin berada di benak para penikmat sepak bola adalah apakah yang selanjutnya dilakukan oleh Balotelli? Secara kemampuan dirinya tergolong masih cukup berkualitas dengan tendangan akurat dan insting mencetak golnya yang tinggi, tetapi yang harus dilakukan sang penyerang adalah meyakinkan para klub-klub dirinya mampu untuk bermain saat ini dan juga sebaiknya mengurangi sikap-sikap ‘unik’ miliknya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *