Momen rasialisme yang Dirasakan Kean Ketika Bermain di Italia

FlyGoal.com – Rasialisme di Italia bagai mendarah daging dan bahkan telah menjadi nilai-nilai yang lumrah dalam masyarakat negara tersebut. Tidak sedikit pemain-pemain kulit hitam di Serie A yang merasakan tindakan rasis yang dilontarkan oleh suporter-suporter klub.

Salah satu contoh yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir adalah kasus pemain AC Monza, Mario Balotelli kala masih menjadi pemain Brescia Calcio di musim 2019-2020 dan bertanding melawan Hellas Verona pada bulan November 2019 silam.

Pada pertandingan Hellas Verona melawan Brescia Calcio tersebut, Mario Balotelli mendengar ucapan bersifat rasis yang ditujukan kepada dirinya menendang bola ke tribun dan mengancam akan keluar dari lapangan pertandingan. Pertandingan tersebut akhirnya dihentikan selama beberapa menit untuk meredakan ketegangan yang terjadi.

Dirinya  juga pernah mengalami kasus yang sama ketika berseragam AC Milan. Pada tahun 2013 silam, Balotelli bermain untuk AC Milan dalam laga liga yang mempertemukan mereka dengan AS Roma. Meski pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol, momen-momen tersebut kembali terjadi. Dirinya, beserta Kevin Prince Boateng menjadi sasaran perkataan-perkataan diskiminatif dari para suporter Roma.

Menjadi sasaran perbuatan rasial tersebut, menurut JuveFC, juga dirasakan pemain Everton yang kini dipinjamkan ke Paris Saint Germain, Moise Kean juga merasakan hal yang sama ketika dirinya bermain untuk Juventus. Salah satu kasus yang terjadi kepadanya adalah ketika dirinya menjadi sasaran perbuatan tersebut ketika bermain melawan Cagliari.

Menurut pemberitaan tersebut, dirinya berbicara kepada rekannya ketika di Juventus yang kini bermain di Manchester United, Paul Pogba dalam program dokumenter dari UEFA berjudul Outraged, sebuah dokumenter yang digunakan oleh UEFA untuk memebrikan edukasi akan permasalahan rasialisme sebagai masalah besar yang telah menjadi momok bagi industri sepak bola, bukan hanya sepak bola Italia, tetapi sepak bola di berbagai tempat di dunia.

Melalui Tuttojuve, Kean mengatakan kepada Pogba bahwa dirinya bukan hanya dihina di lapangan, dirinya juga seringkali menerima pesan hinaan melalui media sosial yang isinya adalah penghinaan terhadap warna kulitnya.

Ketika Pogba memberikan pertanyaan, “Bagaimana perasaan Anda ketika momen rasial terjadi di Italia ketika bermain untuk Juventus?”, Kean menjawab, “Saya tidak menerimanya dengan senang hati, saya merasa sedih. Sedih rasanya untuk menerima hinaan berdasarkan warna kulit Anda.”

“Saya berada dalam pertandingan tandang melawan Cagliari dan kami mendengar ‘Ooo, Ooo, Ooo’, yang di Italia berarti, ‘Monyet’. Saya berkata kepada diri saya sendiri saya harus melakukan sesuatu. Sebuah umpan silang dari Bentancur tiba dan saya mencetak gol. Saya berlari ke bawan Curva del Cagliari dan saya membuka tangan saya, seakan mengatakan, ‘Inilah saya. Saya berkulit hitam dan inilah saya.”

Ketika Pogba menanyakan pertanyaan mengenai media sosial, Kean menjawab, “Tentunya. ‘Monyet’, ‘Tidak ada orang Italia yang berkulit hitam’, ‘Kamu bukan bagian dari negeri ini’. Sebaliknya, saya lahir di Italia. Saya merasa seperti Moise, seorang bocah berkulit hitam yang tidak berbeda dengan yang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *