Sebastien Frey, Penjaga Gawang yang Bersinar di Serie A Tahun 2000an

FlyGoal.com – Para penggemar sepak bola Italia di masa 2000an kemungkinan besar pernah mendengar nama Sebastien Frey, penjaga gawang asal Perancis yang merupakan salah satu penjaga gawang terbaik di masanya pada saat itu.

Gaya penyelamatannya yang lebih sering menggunakan tepisan dan gayanya yang lincah merupakan tontonan tersendiri bagi para penikmat Serie A pada masa itu.

Dirinya telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang bermain di Serie A pada masa itu dengan bermain di beberapa klub besar Italia seperti Inter Milan, Hellas Verona, Parma, Fiorentina, dan Genoa sebelum mengakhiri karirnya bersama klub Turki Bursaspor.

Berikut adalah garis besar karir sepak bola Sebastien Frey hingga akhir karinya pada tahun 2015.

Kisah Awal Frey

Lahir di Thonon les Bains, Prancis, dirinya mengawali karir sepak bolanya bersama klub AS Cannes pada tahun 1997 di usianya yang ke 17 tahun. Dirinya mengawali jam terbangnya di tim utama klub tersebut pada saat melawan Rennes. Sejak saat itu, dirinya sempat menjadi salah satu pemain utama klub tersebut dalam 2 musim hingga Inter memboyongnya ke Giuseppe Meazza pada tahun 1998.

Sepak Terjang Frey di Serie A

Inter Milan sempat bersaing dengan rival beratnya, Juventus untuk memperebutkan jasa Frey yang saat itu diprediksi menjadi salah satu penjaga gawang kelas dunia, tetapi sang pemain akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Inter.

Sumber: Line Today

Di musim awalnya bersama Inter, dirinya mengalami musim yang buruk dengan hanya menjadi penjaga gawang lapis ketiga di bawah Andrea Mazzantini dan Gianluca Pagliuca, serta hanya bermain dlam 9 pertandingan untuk Nerazzuri.

Di musim 1999-2000, Frey sempat dipinjamkan ke Hellas Verona dan di saat inilah sang penjaga gawang mulai menunjukkan kemampuannya sebagai penjaga gawang berpotensial di tanah Eropa pada saat itu.  Dirinya berhasil bermain dalam 30 pertandingan liga dalam satu musim membantu Verona untuk menghindari degradasi ke Serie B.

Sumber: Getty Images

Melihat kehebatannya kala membela Verona, Inter mulai memberikan jam bermain untuk Frey  di musim 2000-2001 dan dirinya berhasil membalas kepercayaan dengan sikapnya yang membuatnya sempat diangkat sebagai kapten tim. Namun, pada saat itu tim bermain di bawah standar yang diinginkan klub dan Inter memutuskan untuk mendatangkan Francesco Toldo dari Fiorentina.

Merasa tidak lagi menjadi pilihan utama, Frey kemudian memutuskan untuk hengkang dari Giuseppe Meazza untuk membela Parma.

Sumber: Unione Sarda

Keputusannya untuk memilih Parma pada saat itu merupakan pilihan yang tepat karena dirinya berhasil mendapatkan gelar Coppa Italia pada musim 2001-2002. Namun, pada tahun 2005 dirinya dipinjamkan ke Fiorentina karena kondisi klub pada saat yang tengah krisis dari segi keuangan.

Sumber: Goal

Di Fiorentina, penjaga gawang asal Prancis tersebut tidak terlalu bersinar karena sering dihadapkan dengan cedera. Pertama kali dirinya cedera adalah ketika bertanding melawan Juventus di Coppa Italia di musim 2005-2006. Pada saat itu, dirinya terlibat konflik dengan Marcelo Zalayeta dan mengalami cedera di tulang keringnya yang membuat dirinya tidak bermain hingga musim tersebut berakhir.

Meski dipermanenkan oleh Fiorentina, karir Frey di klub berjuluk La Viola tersebut semakin meredup yang pada akhirnya membuat dirinya direkrut Genoa pada tahun 2011.

Sumber: Sempreinter (IAPRESSE; Simone Spada)

Karir sang penjaga gawang tidak kunjung membaik kala membela tim tersebut. Meski menjadi penjaga gawang utama, Genoa semakin dekat dengan degradasi pada musim itu. Setelah 2 musim Frey dilepas oleh Genoa dan digantikan oleh Mattia Perin. Frey kemudian memutuskan untuk beralih ke Bursaspor.

Bursaspor dan Akhir Karir Frey

Sumber: Olay Turkey

Pada tanggal 15 Juli 2013, Bursaspor mengumumkan bahwa mereka telah mendatangkan Frey dengan dana yang tidak diinformasikan. Di musim perdananya, The Flying Frenchman mampu bermain dalam 27 pertandingan.

Di musim berikutnya dirinya tidak lagi dimainkan dan kontrak bermainnya diputus melalui kesepakatan kedua belah pihak (Frey dan klub) dan tidak lama setelahnya memutuskan untuk pensiun dari karirnya sebagai pesepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *