Dekat Dengan UEFA, PSG Menolak Ikut European Super League

Nasser Al-Khelaifi

Flygoal.com – Paris Saint-Germain (PSG) menolak tawaran dari European Super League. Ada faktor politik dan kedekatan sang pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi dengan UEFA.

Pada Senin (19/04), 12 tim resmi menggagas European Super League. Mereka adalah enam raksasa Premier League yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, kemudian tiga wakil Liga Italia yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, serta wakil Liga Spanyol yakni Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid.

Natinya European Super League akan diisi 20 tim, dengan delapan tim peserta tambahannya masih ditunggu keikutsertaannya sampai batas waktu yang ditentukan. European Super League didanai oleh JPMorgan, perbankan asal Amerika Serikat dengan kucuran dana segar.

Para pesertanya mendapat uang tampil yang menggiurkan, sekitar 300 juta paun atau hampir Rp 6 T, jumlah yang bisa bertambah sesuai penampilan. Dinilai, kompetisi ini sebagai sebuah solusi keuangan di tengah pandemi.

Akan tetapi, European Super League sejatinya mendapat pertentangan. Sebab, ajang tersebut hanya membuat klub yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin.

UEFA dan FIFA pun mengancam klub-klub yang ikut dalam European Super League. Pemain yang ikut akan dilarang tampil di liga domestik, Liga Champions, sampai Piala Dunia.

Dilansir dari Marca, klub raksasa asal Liga Prancis, PSG juga disebut-sebut akan bergabung dengan European Super League. Namun, PSG diyakini akan menolak untuk bergabung dengan kompetisi.

Ternyata, PSG merupakan rekan dekat UEFA. PSG dimiliki oleh Qatar Sport Invesment (QSI) dan dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi.

BeIN Sports yang merupakan [roduk dari QSI memegang hak TV untuk Liga Champions. Sementara Qatar sendiri, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022.

Nasser Al-Khelaifi juga punya hubungan baik dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Malah, Nasser Al-Khealifi juga mau menjadi presiden dari European Club Association (ECA) alias Presiden Asosiasi Klub Eropa.

Terakhir, PSG tidak akan pernah ada masalah dengan kekurangan uang meski di tengah pandemi. PSG sudah merasa kalau format Liga Champions sudah merupaan bentuk kompetisi terbaik dan paling adil dalam kompetisi antarklub sepakbola di Eropa.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *