Inaki Williams dan Perlakuan Rasis Kala Melawan Espanyol

FlyGoal.com – Rasisme dalam sepak bola sudah menjadi rahasia umum. Baik para pemain sepak bola maupun para fans tidak lepas dari aksi tidak terpuji ini, dan sayangnya masih banyak orang yang menganggap hal tersebut sebagai suatu hal yang lumrah dan biasa dilakukan.

Tidak jarang bahwa para suporter yang berada di dalam stadion meneriakkan perkataan atau teriakan yang bersifat rasis, dengan dalih untuk menjatuhkan pemain-pemain lawan yang non-kulit putih sebagai bentuk dukungan suporter kepada klub yang mereka bela.

Salah satu pemain yang pernah merasakan perlakuan rasis suporter lawan adalah penyerang Athletic Bilbao, Inaki Williams, seorang pesepakbola yang lahir dari orang tua asal Ghana yang hijrah ke daerah Bilbao, Spanyol dan menetap di daerah tersebut.

Dengan darah orang tua dan kulit hitam, dirinya merupakan salah satu pemain yang mampu bermain untuk Athletic Bilbao yang memang telah memberlakukan aturan hanya untuk memainkan pemain yang berasal dari daerah mereka atau yang telah berlatih di akademi muda mereka.

Kondisi Inaki Williams yang berkulit hitam tersebut sempat menjadikan dirinya sasaran perbuatan rasis, yakni pada saat Bilbao melawan klub asal Catalunya, Espanyol pada bulan Januari tersebut. Dalam laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 tersebut, para fans Espanyol disinyalir meneriakkan suara-suara mirip seekor monyet yang ditujukan kepada Williams.

Pada saat itu, menyikapi insiden tersebut, wakil presiden klub Espanyol, Carlos Garcia Pont, mengatakan, ”Kami telah melakukan semua yang kami bisa lakukan. Kami telah melakukan semua usaha yang diperlukan dengan bekerja sama dengan pihak La Liga.”

“Sepak bola memiliki nilai-nilai yang harus dilindungi. Kami harus mencoba sebaik mungkin orang-orang seperti ini tidak memasuki stadion.”, lanjutnya.

Kini, menurut AS, pihak Pengadilan Kejahatan Kebencian Barcelona telah menjatuhkan hukuman kepada 2 orang suporter atas perlakukan rasis kepada Williams pada pertandingan tersebut. Laporan tersebut menjelaskan bahwa pihak pengadilan, melalui koordinator Miguel Angel Aguilar, mengatakan bahwa dalam laporan pengaduan yang diterima beberapa fans meneriakkan suara-suara yang mirip dengan suara monyet ketika Inaki dikeluarkan dari lapangan untuk digantikan oleh pemain lain secara sadar untuk menjatuhkan martabat dari Inaki Williams sebagai pemain sepak bola berkulit hitam.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa pihak Espanyol diminta untuk menyerahkan rekaman dan ambar-gambar kamera pengawas dari tempat teriakan rasis tersebut berasal. Setelah penyelidikan lebih lanjut, ditemukan 1 orang di usia belia dan 2 orang dewasa yang diyakini sebagai pihak yang melancarkan perbuatan rasis tersebut.

Mossos d’Esquadra melaporkan bahwa mereka sempat diminta hadir ke pengadilan untuk memberikan keterangan. Namun, dari kedua orang dewasa tersebut, salah satunya telah menggunakan haknya untuk tidak menjawab dan satu orang lainnya mangkir dari panggilan tersebut.

Pada akhirnya hakim penuntut menyebutkan insiden tersebut sebagai bentuk kejahatan atas hak fundamental dan kebebasan di ranah publik dengan bentuk melukai martabat seseorang dengan bentuk diskriminasi atas kewarganegaraan atau asal negara seseorang.

Mengetahui hal ini, Reuters mengabarkan bahwa Inaki Williams mengaku senang pengadilan mau menyelidiki kasus ini hingga ke akarnya, serta menyebutnya sebagai salah satu langkah besar untuk menuntaskan masalah rasisme dalam sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *