Inaki Williams Sebut Dirinya Dipermalukan Dengan Ucapan Rasis Kepadanya Saat Lawan Espanyol

Flygoal.com – Menurut pemberitaan dari Football Espana, dikabarkan bahwa penyerang utama Athletic Bilbao, Inaki Williams telah mengakui bahwa dirinya merasa diperlakukan pada saat dirinya menjadi sasaran cercaan yang bersifat rasialis pada saat bertanding melawan klub La Liga yang kini bermain di Segunda Division, Espanyol pada Januari 2020 silam.

Pada saat itu, menurut Daily Mail, Athletic Bilbao bertandang ke Markas Espanyol, RCDE Stadium yang berakhir imbang 1-1 pada akhir Januari lalu. Pada pertandingan tersebut, para fans Espanyol disinyalir meneriakkan suara-suara mirip monyet yang ditujukan kepada Williams saat dirinya berjalan meninggalkan lapangan ke bangku cadangan.

 Pada hari Rabu lalu, dikabarkan oleh Cadena SER bahwa Inaki Williams telah memberikan bukti penguat tindakan tersebut yakni berupa tautan video dalam proses penyeledikian atas 2 fans klub asal daerah Catalunya tersebut melakukan tindakan diskriminasi secara rasialis.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa salah satu orang yang tertuduh memilih untuk tidak memberikan kesaksian sementara satu orang lainnya tidak dapat menghadiri proses peradailan di pengadilan.

Menurut keterangan dari jaksa penuntut umum, dikabarkan bahwa terdengar teriakan-teriakan yang ditujukan untuk mempermalukan sang pemain dan merusak harga dirinya karena alasan rasialis. Dirinya juga menambahkan bahwa teriakan layaknya monyet terjadi selama beberapa kali oleh berbagai oknum fans dari negara berbeda untuk menjatuhkan martabat pemain berkulit hitam yang bermain.

Pada Maret 2020 silam, Inaki Williams mengatakan bahwa dirinya sudah muak dengan perilaku berbau rasialisme yang seringkali dilayangkan kepadanya, dan dirinya mengatakan bahwa tidak akan segan-segan untuk langsung keluar dari lapangan jika dalam pertandingan yang akan datang dirinya diteriaki  dan diejek yang mengarah rasisme.

Kepada Movistar, dirinya mengatakan, “Jika perlakuan ini terulang, saya akan mendapat dukungan dari banyak orang. Saya tahu rekan-rekan saya akan pergi meninggalkan lapangan bersama saya. Saya telah berbicara kepada mereka, dan lain kali kami akan keluar lapangan, bahkan jika kami akan dihukum kalah dalam pertandingan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *